+62 812-3204-0682ecourse@ilmukeuangan.comJakarta Timur

Push Penjualan atau Kejar Piutang? Mana yang Harus Didahulukan?

Menjelang tutup buku, pebisnis harus jeli menimbang kondisi kas perusahaan untuk memilih antara menggenjot penjualan atau fokus menagih piutang yang macet. Keseimbangan strategi yang tepat antara sales push dan collection push sangat penting agar omzet tinggi tercapai tanpa mengorbankan kesehatan aliran kas bisnis.

TITim Ilmu Keuangan7 Oktober 20264 menit baca

Pengantar: Dua Fokus Menjelang Tutup Buku

Menjelang akhir periode atau tutup buku, pebisnis sering dihadapkan pada dilema klasik: apakah harus fokus jor-joran jualan demi mengejar target omzet, atau fokus menagih utang ke pelanggan supaya kas perusahaan kembali sehat? Keduanya sama-sama penting, tapi punya tujuan yang berbeda. Jualan bikin bisnis kelihatan bertumbuh dan ramai, sementara nagih piutang memastikan uang beneran masuk ke rekening dan muterin roda usaha.

Kalau salah ambil langkah, bisnis bisa tekor omzet tinggi tapi kas kosong melompong. Makanya, penting banget buat paham situasi keuangan sebelum nentuin mau gas pol ke penjualan atau fokus ke penagihan.

Kondisi Cash Flow Bisnis

Sebelum nentuin langkah, cek dulu kondisi dompet alias cash flow bisnis kita saat ini. Uang kas itu ibarat bahan bakar kendaraan; sebagus apapun mesin mobilnya, kalau bensinnya habis, mobil nggak bakal bisa jalan.

Kalau kas kita lagi nipis, utang numpuk, dan operasional bulan depan terancam macet, itu tanda darurat buat ngerem jualan baru dan fokus beresin yang lama. Tapi kalau kas masih aman dan stok aman, kita bisa lebih leluasa mikirin cara buat nambah penjualan. Intinya, jujurlah sama kondisi keuangan sendiri sebelum bikin strategi penutup tahun.

Mengukur Potensi Penjualan Tambahan

Sebelum mutusin buat sales push, hitung dulu secara realistis: seberapa besar sih peluang kita buat dapet penjualan tambahan dalam waktu dekat? Jangan cuma ngarep untung besar tanpa ngitung biaya promosi, tenaga tim sales, atau kesiapan stok barang.

Kalau pasar lagi lesu dan pelanggan susah dihubungi, maksain jualan malah bakal buang-buang energi dan modal. Tapi kalau produk kita lagi musimnya atau ada peluang promo cuci gudang yang menarik, kejar penjualan tambahan ini jadi masuk akal banget buat nambah pundi-pundi uang.

Mengukur Piutang yang Bisa Ditagih

Nggak semua piutang itu gampang ditagih, makanya kita perlu inventarisir dan kelompokin mana yang masih bisa diselamatkan. Cek daftar pelanggan yang punya tanggungan, lalu bedakan mana yang kooperatif dan mana yang suka ngeles atau macet parah.

Piutang yang gampang ditagih ibarat "buah manis di pohon yang siap dipetik" itu harus jadi prioritas utama supaya uangnya cepet cair. Dengan ngukur potensi penagihan ini, kita bisa tahu berapa pastinya dana segar yang bakal masuk dalam waktu dekat buat nutupin berbagai kebutuhan bisnis.

Studi Kasus: Bisnis dengan Kas Terbatas

Bayangin ada sebuah toko ritel yang omzet penjualannya di atas kertas kelihatan tinggi banget tiap bulan. Tapi masalahnya, sebagian besar pembelinya pakai sistem tempo atau ngutang. Akibatnya, pas waktunya bayar gaji karyawan dan sewa tempat, tokonya malah pusing tujuh keliling karena kasnya nol.

Dari sini kita belajar bahwa bisnis dengan kas terbatas nggak boleh nekat nambah utang pelanggan baru lewat jualan kredit. Pilihan paling logis buat mereka adalah ngerem penjualan sementara dan kerahin semua tenaga buat nagih uang yang nyangkut di luar.

Menentukan Prioritas Berdasarkan Kondisi

Nentuin prioritas itu ibarat milih mau selamatin nyawa dulu atau beli baju baru. Kalau bisnis lagi sekarat gara-gara kas tipis, prioritas mutlaknya adalah collection push atau ngejar piutang.

Tapi kalau kas aman, operasional lancar, dan masalah utang udah terkendali, barulah kita gas pol lewat sales push buat ngejar target akhir tahun. Kuncinya ada di fleksibilitas; jangan kaku pakai satu cara terus kalau situasi di lapangan lagi butuh penanganan yang beda.

Strategi Sales Push

Kalau kita mutusin buat ngejar penjualan, artinya kita harus bikin gebrakan yang bikin orang cepat-cepat beli. Strateginya bisa macam-macam, mulai dari bikin diskon kilat, promo bundel produk, atau ngasih bonus khusus buat pelanggan setia yang mau belanja borongan.

Tim sales juga harus lebih aktif nge-follow up prospek yang selama ini masih ragu-ragu. Tapi ingat, pastikan penjualan baru ini tetap sehat hindari ngasih tempo terlalu panjang ke pelanggan baru yang riwayat pembayarannya belum jelas.

Strategi Collection Push

Nagih utang itu butuh strategi, bukan cuma sekadar datang nagih sambil marah-marah. Mulai dari bikin jadwal penagihan yang rapi, kirim pengingat lewat WhatsApp atau email secara sopan tapi tegas, sampai nawarin keringanan kecil misal diskon kalau mereka mau lunasi sekarang juga.

Buat pelanggan yang bandel, kita bisa bikin aturan tegas seperti stop kirim barang baru sebelum utang lamanya beres. Tujuannya satu: uang hasil keringat kita jualan kemarin bisa balik lagi jadi kas yang siap dipakai.

Menyeimbangkan Keduanya

Idealnya, bisnis yang sehat itu bisa jalanin dua hal ini secara barengan tanpa harus saling korban. Caranya adalah dengan bagi tugas: tim sales fokus jualan tunai atau ke pelanggan yang pembayarannya lancar, sementara tim keuangan khusus ngurusin penagihan piutang lama.

Dengan cara ini, roda bisnis muter terus omzet nambah, tapi kas perusahaan juga aman terkendali. Keseimbangan ini bakal bikin kita nggak jantungan pas ngadepin akhir periode tutup buku.

Kesimpulan: Target Harus Disesuaikan dengan Kondisi Kas

Target bisnis emang penting buat motivasi tim, tapi target itu harus masuk akal dan ngikutin kondisi kas yang ada di lapangan. Kalau kas lagi seret, jangan paksain ngejar target omzet tinggi dari penjualan kredit yang bikin risiko macet makin besar.

Sesuaikan strategi dengan kenyataan dompet perusahaan saat ini. Ingat, bisnis yang hebat bukan cuma yang penjualannya paling tinggi, tapi yang paling sehat aliran kasnya supaya bisa terus bertahan dan berkembang di tahun-tahun berikutnya.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan nasihat keuangan, pajak, atau investasi untuk kondisi spesifik Anda.

TI
Tim Ilmu KeuanganIlmu Keuangan — platform belajar keuangan bisnis untuk pengusaha dan manajer keuangan.

Mulai memahami keuangan bisnis Anda.

Pilih program, belajar sesuai ritme, lalu terapkan di usaha.

Temukan program